Ini sebuah kisah tentang dua orang sahabat karib yang
sedang berjalan melintasi gurun pasir.
Ditengah perjalanan, merekabertengkar,
dan salah seorang menampar temannya.
Orang yang kena tampar,merasa sakit hati,
tapi dengan tanpa berkata-kata,
dia menulis di ataspasir;
HARI INI,SAHABAT TERBAIK KU MENAMPAR PIPIKU.
Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis,
dimana mereka memutuskan untuk mandi.
Orang yang pipinya kena tampar dan terlukahatinya,
mencoba berenang namun nyaris tenggelam,
dan berhasil diselamatkan oleh sahabatnya.
Ketika dia mulai siumandan rasa takutnya sudah hilang,
dia menulis di sebuah batu;
HARI INI,SAHABAT TERBAIK KU MENYELAMATKAN NYAWAKU.
Orang yang menolong dan menampar sahabatnya,
bertanya,”Kenapa setelah saya melukai hatimu,
kau menulisnya diatas pasir,
dan sekarang kamu menulis di batu ?
“Temannya sambil tersenyum menjawab,
“Ketika seorang sahabat melukai kita,
kita harus menulisnya diatas pasir
agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan tersebut.
Dan bila sesuatu yang luar biasa terjadi,
kita harus memahatnya di atas batu hati kita,
agar tidak bisa hilang tertiup angin.”
Dalam hidup ini sering timbul beda pendapat
dan konflik karena sudut pandang yang berbeda.
Oleh karenanya cobalah untuk saling memaafkan
danlupakan masalah lalu.
Belajarlah menulis diatas pasir
—————————————————-
kLo KemaRen2 aQ SaLaH, Ga BiSa nGeRTiiN KeaDaaN
BuaT SiaPa aJa aTaU SeMuanYa “MaaF” !!!!
MuLai SeKaRanG MaaFKaN & LuPaKan ^_-